Kalahkan Tottenham, Chelsea Putus Tren Negatif

Kalahkan Tottenham, Chelsea Putus Tren Negatif

Chelsea pada akhirnya dapat menghentikan tren negatif di turnamen Premier League usai berhasil memperoleh kemenangan atas Tottenham. Hasil positif ini didapat di hadapan ribuan pendukung yang hadir pada Stamford Bridge.

Di awal-awal laga, Chelsea sanggup memperlihatkan performa yang cukup superior. Kombinasi antar Eden Hazard dan Pedro mampu merepotkan barisan bek Tottenham. Namun, kesebelasan tuan rumah masih tidak bisa memberi ancaman berarti.

Di pertengahan paruh awal, Tottenham mulai pergi dari melalui tekanan serta mulai main mendominasi. Melewati skema bola-bola panjang serta pressing berat, The Lilywhites membuat Antonio Ruediger dkk harus berjibaku untuk mengamankan jantung pertahanan Chelsea.

Pada menit ke-43, Harry Winks sukses memberikan ancaman berarti. Tendangan kerasnya melalui luar jantung pertahanan tak bisa diantisipari dengan lini belakang Chelsea. Namun, sepakannya masih membentur mistar gawang Chelsea yang dikawal dengan Willy Caballero. Babak perdana pun usai dengan score kacamata.

Pada paruh ke 2, The Blues tampil setingkat lebih menekan demi mencari goal pembuka. Tapi, Gonzalo Higuain gagal memperlihatkan penampilan paling bagusnya dan serangan-serangan Chelsea juga dapat bersama mudah digagalkan oleh jantung pertahanan tim tamu.

Pedro endingnya berhasil memulai keunggulan Chelsea di menit ke-57. Akselerasi penuh dari Pedro berhasil melalui dua bintang belang Tottengam sebelum memasukkan bola menuju gawang Hugo Lloris.

Terpaut satu goal, The Lilywhites berusaha meninggalkan menyerang demi menyamakan kedudukan. Mauricio Pochettino juga memasukkan Fernando Llorente serta Lucas Moura untuk menambah daya gedor.

Namun, Tottenham malah balik lagi kecolongan. Pada menit ke-84, Kieran Trippier justru menceploskan bola ke gawang Hugo Lloris. Kejadian ini berawal melalui adanya miskomunikasi diantara ke 2 pemain.

Pada sisa masa pertandingan, tidak ada goal tambahan yang tercipta. Walau berhasil mendapat kemenangan, armada Maurizio Sarri masih berlum beranjak melalui peringkat keenam di klasemen sementara Premier League. Keduanya kini sukses mengoleksi 53 poin melalui 27 laga.

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Jurgen Klopp

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Jurgen Klopp

Presiden Bayern Muenchen, Uli Hoeness, mengatakan bahwa Jurgen Klopp sudah hampir jadi manajer di tim yang berbasis di Allianz Arena. Tapi, kala itu Bayern pada akhirnya menunjuk Juergen Klinsmann.

Ya, Bayern Muenchen pernah berupaya membawa Jurgen Klopp di tahun 2008 kala tengah menyandang status manajer di Mainz. Manajer berumur 51 tahun ini pun akhirnya merapat di Borussia Dortmund di tahun yang serupa.

Klopp juga cuma perlu 2 musim buat dapat memberi kejayaan di Dortmund. 2 piala Bundesliga serta DFB Pokal berhasil dipersembahkannya.

Sekarang, Uli Hoeness terkesima mengatakan penyesalannya tak sempat membuat Klopp menjadi juru tak-tik Bayern sebelas tahun lalu.

“Secara pribadi, aku memiliki anggapan tinggi soal Jurgen Klopp. Beberapa tahun silam kami sepakat buat berkolaborasi bareng, ” tutur Uli Hoeness seperti dikutip FourFourTwo. “Namun, kami pada akhirnya merekrut Juergen Klinsmann. Aku menghormati ia serta kinerjanya, ”sambungnya.

Kini, Bayern Muenchen diatur buat menghadapi skuat yang ditangani Klopp, Liverpool, di babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan perdana bakal berjalan di Stadion Anfield, Rabu (20/2) dini hari WIB.

Jelang menghadapi pertandingan itu, Hoeness menilai, jika ini merupakan pertandingan sukar untuk kedua tim. Meski begitu, dia senantiasa berharap Robert Lewandowski dkk bisa menunjukkan penampilan paling baik.

“Sungguh, ini bakal jadi laga sulit bagi kedua skuat. Saya harap team saya bakal menunjukkan penampilan paling baik, ” kata Hoeness.