5 Alasan Manchester United Musti Pecat Jose Mourinho

5 Alasan Manchester United Musti Pecat Jose Mourinho

Jose Mourinho bukanlah manajer yg sama seperti dulu lagi. Ia terkesan hancur lebur & depresi serta jadi makin cemas di bawah bayang-bayang Josep Guardiola. Performa United tampak tidak mengagumkan walaupun dapat memenangkan pertandingan. Hal-hal tersebut pastinya amat membosankan. Kondisi di Old Trafford bagaikan pegunungan berapi yng dapat meledak kapan aja. Mereka telah ketinggalan didalam memperebutkan tropi Premier League dr Manchester City serta permainan2 mereka mendapatkan sejumlah kecaman. Oleh karenanya, Manchester United sudah semestinya memecat Jose Mourinho. & dibawah ini 5 alasan yg mampu dijadikan bahan argumentasi sebagaimana menurut Sportskeeda.

Old Trafford Jadi Membosankan –┬áSeperti yang kami sadur dari website ini yang melansir satu┬áblog alat-alat sepakbola, Forza, di bln January 2017, mengatakan venue yng sangat menghibur dg menggabungkan faktor utama di dalam laga seperti total skor, shoot, tembakan pojok & kartu merah yg ada antar th 2013 serta 2017. Akibatnya, Old Trafford merupakan venue yng cukup membosankan di Premier League. Dari catatan blog ini, Ada beberapa result seri yg membosankan pada Old Trafford kompetisi musim kemarin. Malah kampanye musim ini, terkecuali didalam sejumlah partai, United tidak jadi team yng menarik tuk disaksikan. Filosofi Mourinho yg menggunakan parkir bus sehabis membikin goal takkan diterima dgn bagus oleh pendukungnya di Old Trafford. Malahan, Forza pilih Etihad punya Manchester City menjadi lokasi yng sangat menghibur di dalam 4 thn terakhir. Louis Van Gaal, belum lama ini, mengkritik, Mourinho sebab konsep penampilannya yg membosankan & sejumlah pengamat sepakbola serta pecinta yng membenci dgn permainan-permainan United.

Berpeluang Kehilangan Pendukung ke City – Pernahkah Kamu bertanya-tanya kenapa Manchester United tetap dijadikan sebagai tim paling bernilai di dunia? Jawabannya mudah; United memiliki salahsatu basis pendukung yang paling besar di dunia. Tim dibawah Sir Alex menginspirasi anak2 remaja. Dibawah Jose Mourinho, saat ini kebalikannya & pada saat United kesusahan masih menginspirasi pecinta remaja, Manchester City menjalankan mirip sama seperti yg dikerjakan The Red Devils pd waktu lalu. Team didikan Josep Guardiola dengan komprehensif menghancurkan armada Mourinho di dalam serta di luar arena pertandingan. Guardiola & Mourinho menukangi kesebelasan Manchester di saat bertepatan th yg lalu. Sehabis Guardiola merubah City jadi kekuatan di Eropa, Mourinho tak dapat membuat keajaiban yng serupa di Old Trafford. Strategi cara bertahan Mourinho mengguncang prinsip-prinsip mendasar saat dinasti United dibangun.

Punggawa Muda Takut menuju MU Sebab Mourinho – Saat sesosok punggawa remaja dikasih waktu buat memutuskan kira-kira Jose Mourinho atau Josep Guardiola, ia tentu bakal pilih Guardiola. Pada saat superstar remaja kayak Raheem Sterling serta Leroy Sane jadi bintang di Manchester City, super star remaja United seperti misalnya Luke Shaw, Martial & Marcus Rashford menderita dibawah Mourinho sedangkan Fosu-Mensah serta Andreas Pereira berstatus pinjaman menuju ke tim lainnya. Konsep Mourinho yg kaku menghalangi pesepakbola remaja tuk memperlihatkan talenta mereka. Disamping itu, Mourinho kerap mengecam mereka di depan publik saat ada punggawa yng bermain jelek. Masalah ini kerap terwujud dg Henrikh Mkhitaryan, Smalling, & Luke Shaw.

Catatan Buruk Lawan Kesebelasan Raksasa – Manchester United cuma mendapat 1 kemenangan tandang di Premier League vs musuh utama mereka semenjak Mourinho menangani thn kemarin. Dari data situs ini, di dalam 8 laga tandang menuju kandang Manchester City, Chelsea, Arsenal, Tottenham ataupun Liverpool, United sekedar meraih kemenangan Sekali serta cuma memperoleh 6 angka dr kemungkinan 24 angka. Menang United tersebut terjadi ketika kontra Arsenal & didalam partai ini, penguasaan bola United cuma 33%.

Permainan Mourinho Tak Atraktif – Pada saat Manchester United lagi selisih, Mourinho memasang Marouane Fellaini jadi supersub. Salah satu planing B yg sudah anda baca selama ini ialah menurunkan konsep direct football. Pesepakbola sayap bakal mengirim operan silang buat Marouane Fellaini & Romelu Lukaku supaya disundul menuju ke gawang, maupun bakal ada bola panjang dr Paul Pogba ke Lukaku. Cara tersebut barangkali bakalan memberikan hasil, namun tak mampu diandalkan. Mourinho musti ingat sepakbola merupakan permainan2 serta bukanlah ujian. Josep Guardiola malah sedikit menyindirnya lantaran sudah mengambil, pendekatan sepakbola panjang selama laga penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published.