Wisata Jambi – Pulau Sumatera

Candi Muaro Jambi

Jambi tidak hanya tentang peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Di Jambi, terdapat banyak obyek pariwisata yg menarik tuk dikunjungi. Bila berada di Jambi, luangkan waktu kalian tuk datang ke obyek wisata ini supaya bisa mengenal Jambi lebih dalam.

Wisata Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi

Kompleks candi ini dijuluki sbg candi beraliran Buddhisme warisan Kerajaan Sriwijaya & Melayu. Lokasi wisata di Jambi ini pun disebut-sebut sbg kompleks candi yang paling luas di Indonesia. Di thn 2009, UNESCO menetapkan candi yg merupakan susunan bata merah itu jadi situs warisan dunia yg wajib dilindungi.

Selain candi, dijumpai juga perkakas bekas rumah tangga yg membuktikan jika kawasan ini dulunya dipakai sbg tempat tinggal para biksu. Terdapat juga keramik Cina dr dinasti Song yg menandakan adanya koneksi intermasional antar Kerajaan Sriwijaya dgn bangsa Cina daulu. Obyek wisata budaya ini terletak di Kec Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi sekitar 27 km dr pusat kota.

Wisata Tanggo Rajo

Tanggo rajo ini tidak berbeda jauh dgn Taman Alun-alun Pantai Losari yg menyuguhkan wisata kuliner ditepi perairan. Obyek wisata di Jambi yg paling banyak dikunjungi di sore serta malam hari ini merupakan tempat yg ideal utk menikmati panorama Sungai Batanghari .

Disamping pemandangan Sungai Batanghari & matahari terbenam, kalian juga dapat menikmati jajanan yg banyak disajikan di warung tenda daerah tempat wisata ini. Untuk Menunggu matahari terbenam sembari menikmati jagung bakar ditemani keluarga tercinta disini tentu amat menyenangkan.

Wisata Monas Jambi

Rupanya, Monas alias Monumen Nasional tidak hanya dimiliki Jakarta saja. Di Jambi pun, ada replika Monas, pasnya Pada bundaran kompleks pemkot.

Monas ini menjadikan satu dari beberapa tempat wisata di Jambi yg banyak dikunjungi wisatawan utk membuktikan kemiripannya dgn Monas di Jakarta. Bila dilihat sekilas, Monas Jambi ini sungguh mirip bentuknya, cuma saja memiliki ukuran lebih kecil. Hal lain yg membedakan yakni adanya 4 buah jam dinding Pada setiap sisinya serta empat buah ukiran angsa di bagian bawahnya.

Wisata Taman Mini & Taman Rimba Jambi

Kompleks ini dijadikan sebagai tempat wisata terpadu yg memilikii taman rekreasi, sarana olahraga & wisata budaya. Umumnya, kompleks ini terbagi menjadi 2 bagian, Taman Mini & Taman Rimba.

Taman Mini ini adalah tempat wisata di Jambi yg membuat miniatur budaya yg Terdapat di provinsi ini. Dengan Konsep sama dgn Taman Mini yg ada di Jakarta, yakni memampang replika bangunan khas daerah. Bedanya, bila di Jakarta yg ditampilkan merupakan budaya se Indonesia.

Wisata Taman Rimba Jambi

Taman Rimba adalah kebun binatang kebanggaan rakyat Jambi. Semacam kebun binatang lain, di sini juga kalian dapat melihat beraneka ragam spesies binatang. Yang indah adalah terdapatnya sangkar burung yg bentuknya setengah lingkaran berbahan kaca raksasa berisi aneka jenis burung dr burung bangau hingga burung kasuari.

Wisata Danau Sipin

Danau Sipin terkenal juga dgn Solok Sipin oleh penduduk setempat. Kata solok dlm bahasa setempat mempunyai arti danau. Danau ini terletak di Simpang Baluran Kenali, Kec Telanaipura.

Danau ini merupakan lokasi budidaya ikan air tawar spt ikan mujair & nila. Ditengah danau, kalian dapat melihat banyak keramba serta jala yang dimiliki oleh nelayan. Bila ingin menyaksikan aktifitas nelayan dr dekat, kalian dapat menyewa perahu utk berkeliling danau. Perahu itu dapat menampung 3 – 4 orang dgn Harga sewa 6.000 Rupiah per orang.

Wisata Taman Anggrek Sri Soedewi

Taman anggrek ini terletak di Jl. Ahmad Yani di depan kantor gubernur . Obyek wisata ini menyediakan informasi tentang cara perawatan anggrek yg baik serta tepat sesuai dgn jenisnya.

Obyek pariwisata di Jambi ini sangat banyak didatangi pecinta bunga dr dalam maupun luar kota. kalian dapat menemukan lebih dr 60 jenis bunga anggrek ditaman seluas 2,5 hektar itu. Utk dapat menyaksikan secara langsung bunga2 cantik ini, kalian akan dikenakan tarif 3.000 Rupiah utk dewasa dan 2.000 rupiah untuk anak2. kalian tak akan pulang dgn tangan kosong dr Taman Anggrek ini kerna ada bibit bunga yg ddibagikan secara gratis utk kalian bawa kerumah.

Wisata Museum Negeri Jambi

Bangunan museum itu didirikan seperti Rumah adat Kajang Lako yg ialah rumah adat Jambi. Di Museum ini, kalian dapat menjumpai beberapa koleksi benda bersejarah serta bernilai seni Jambi dr jaman ke jaman yakni anyaman, peralatan berburu, batik tenun dgn motif bunga yg khas kemudian juga binatang yg diawetkan.

Wisata Masjid Agung Al Falah

Masjid ini dikenal dgn julukan Masjid Seribu Tiang. Karena uniknya bangunan ini. Masjid Agung Al Falah dipenuhi dgn tiang pennyangga tanpa adanya dinding hingga sirkulasi udara kemudian cahaya bisa berjalan dgn baik. Walaupun dijuluki Masjid Seribu Tiang, total tiang yg ada sebenarnya cuma 256 buah.

Masjid Agung Al Falah didirikan dlm waktu 9 thn yaitu antara thn 1971 hingga dgn thn 1980. Area wisata budaya ini dapat menampung hingga 11.000 orang jamaah. Masjid yg tak mempunyai pintu serta jendela ini terletak di Jl. Sultan Thaha No 60, Legok, Kec Telanaipura.

Wisata Pasar Keramik Sitimang

Bila kalian gemar mengoleksi keramik, so jgn lewatkan kawasan Pasar Sitimang Pada Jalan Sisingamangaraja. Pasar itu sudah dikenal sbg sentral penjualan keramik di Jambi dari thn 1980an. Pada pasar ini, kalian akkhirnya menemukan keramik dengan berbagai bentuk misalnya guci, guci, alat-alat makan tiba hiasan rumah. Keramik2Keramik2 yg dijual di sana dikirim langsung dr Cina serta motifnya sulit kalian dapatkan di Pasar Keramik lain.

Wisata Vihara Buddhagaya Watugong Semarang

Vihara Buddhagaya Watugong

Lokasi Vihara Buddhagaya Watugong yang berada diatas lahan yang luasnya sekitar 2,24 hektar tersebut terdiri dari Lima bangunan premier ditambah Dua bangunan utama lainnya, yakni Pagoda Avalokitesvara serta Vihara Dhammasala yang didirikan di tahun 1955. Kemudian di dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong dibangun juga Monumen Watugong dan patung Dewi Kwan Im juga patung Buddha yang sedang berada tepat dibawah pohon Bodhi yang berada di teras vihara, patung Buddha sedang tidur yang warnanya coklat dan pakaian + tubuh yang warnanya emas terdapat di sisi kiri pagoda, kemudian kolam teratai terdapat di sekitar pagoda. Pohon Bodhi atau Ficus Religiosa yang terdapat di pelataran Vihara Buddhagaya tersebut ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera di tahun 1955 yang lampau.

Vihara Buddhagaya Watugong

Bangunan-Utama-Pagoda-BuddhagayaIkon yang sangat terkenal daripada Vihara Buddhagaya tersebut ialah Pagoda Avalokitesvara alias kerap disebut Pagoda Metakaruna yang mempunyai arti pagoda cinta & kasih sayang. Pagoda tersebut dibangun tuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang diyakini oleh pemeluk agama Buddha menjadi dewi yang melambangkan kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara memiliki tinggi kurang dari 46 meter kemudian terdiri dari Tujuh tingkat yg menyempit keatas tujuh tingkat ini diartikan sebagai keluhuran yang bakal diperoleh oleh pertapa ketika dirinya usai mencapai level ke 7. Pagoda Avalokitesvara yg mirip dgn perpaduan warna merah & kuning bergaya bangunan China tersebut diakui oleh MURI menjadi pagoda yang paling tinggi di Indonesia di tahun 2006 silam.

Didalam Pagoda Avalokitesvara yg ukurannya 15 x 15 m kemudian berbentuk persegi delapan itu bersemayam patung Dewi Kwan Im yang ukurannya mencapai lebih dari 4 meter, dan patung Panglima We Do di sebelahnya. Di tingkat ke-2 hingga ke-6, terdapat patung Dewi Kwan Im yg menghadap ke 4 penjuru mata angin. Itu diartikan agar sang dewi bisa menebarkan welas asih ke 4 penjuru. Dan di bagian atas pagoda ada patung Amitabha, ialah guru besar para dewa/i serta manusia. Di atas itu pun ada stupa untuk tempat untuk menyimpan relik, yakni mutiara Buddha. Tapi, Anda tak boleh ke puncak pagoda, sebab di pagoda tersebut tak tersedia tangga untuk menuju ke puncaknya. Jumlah patung yang terdapat di Pagoda Avalokitesvara totalnya ada 30 patung.

Pagoda Buddhagaya Watugong

Pagoda Avalokitesvara tersebut dipakai untuk kegiatan keagamaan Tjiam Shi, yakni ritual untuk meramal nasib manusia. Caranya ialah dengan menggoyang-goyangkan bambu yang telah dikasih tanda sampai salah satu bambu jatuh. Tuk membaca hasil ramalan, Kita bisa meminta bantuan pada petugas yang tersedia. Tapi bila sudah menggoyang-goyangkan bambu sebanyak Tiga kali secara terus menerus tapi tak ada bambu yang jatuh, katanya hari itu bukan hari yang bagus buat meramal nasib.

Bangunan nomor dua yang menyerap perhatian dari Vihara Buddhagaya ialah Vihara Dhammasala. Gedung Dhammasala ini memiliki 2 lantai. Lantai kesatu merupakan aula serbaguna yang memiliki panggung di sebelah depan, dan di lantai kedua tersedia ruangan Dhammasala yang dipergunakan tuk acara ibadah para pemeluk agama Buddha. Didalam vihara tersebut terdapat patung Buddha yang sedang duduk yang warnanya keemasan dengan ukuran raksasa. Di kiri kanan Vihara Dhammasala, ada pagar yang menggunakan ukiran relief sejarah Paticca Samuppada, yakni tahap-tahap kehidupan manusia dari mulai ia dilahirkan sampai ia mati.

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang

Untuk masuk kedalam vihara, terdapat ritual special yang wajib dijalankan, yakni dengan menginjak patung ayam, ular, & babi yang terdapat di gerbang masuk vihara. Berdasarkan keyakinan pemeluk agama Buddha, ayam adalah simbol keserakahan, ular merupakan icon kebencian, kemudian babi menandakan kemalasan. Dengan menginjak patung hewan tersebut, maka umat manusia semuanya yang ada didunia ini sangat diharapkan bisa menanggalkan sifat-sifat yang telah dilambangkan oleh hewan-hewan tersebut lalu bisa masuk sorga.

Vihara Buddhagaya tersebut dibangun memakai bahan-bahan yang didatangkan langsung dari Tiongkok. Apakah itu genteng, patung-patung batu yang terdapat di tangga, lelampuan naga, kolam naga, fountain naga, relief kilin serta burung hong, dan seluruh aksesoris yang berada di Vihara Buddhagaya adalah material yang dibikin di Tiongkok. Sekarang ini, Vihara Buddhagaya adalah salahsatu bangunan yg pengelolaannya ditangani oleh Sangha Theravada, yakni satu lembaga kebhikkuan yg berpedoman kepada Kitab Suci Tipitaka Pali.

Di muka Vihara Buddhagaya, disediakan cottage untuk bermalam yang diadakan oleh petugas vihara. Petugas Vihara Buddhagaya tak menentukan biaya retribusi untuk wisatawan, Anda boleh membayar biaya masuk ke kompleks vihara sesuai dengan keikhlasan anda. Jam menerima tamu Vihara Buddhagaya ialah mulai jam 07-21 WIB, wisatawan diharuskan untuk mengenakan pakaian tertutup & berbicara dengan santun.

Wisata Danau Toba – Sumatera Utara

Danau Toba 1

Semua orang mengakui jika tempat wisata di Danau Toba ini merupakan tempat wisata yang penuh dengan keeksotisan. Di tengah Danau yang terbesar di Asia ini terdapat satu pulau yang dinamakan dengan Pulau Samosir. Pulau Samosir mempunyai 2 danau kecil lagi yakni Danau Aek Natonang & Danau Sidihoni. Pulau Samosir yg luasnya nyaris sama luasnya dengan Singapura. Pulau Samosor itu bukanlah berbentuk pulau kosong, pulau tersebut menjadi pemukiman suku Batak Samosir yang hingga kini masih melestarikan budaya asli dan kebanyakannya menganut agama leluhur yang masih melakukan sejumlah ritual yang kerap dikerjakan nenek moyang dulu.

Wisata Pulau Samosir Danau Toba – Sumatera Utara

Samosir

Di Pulau Samosir ada 2 desa yg banyak sekali disambangi wisatawan yakni desa Tomok serta desa Tuktuk. Tomok adalah desa yang mempunyai sejumlah objek pariwisata menarik semacam Makam Raja Sidabutar, Museum Batak & show tari-tarian boneka Sigale-gale yg terkenal itu. Beda dengan desa Tomok yang mempunyai banyak tempat pariwisata sejarah, Tuktuk merupakan desa yang mana terdapat banyak tempat menginap untuk pengunjung wisata.

Tak cuma Pulau Samosir yang memiliki daya tarik di kawasan wisata ini, Danau Toba pun dilingkupi oleh hutan pepohonan pinus serta sejumlah air terjun dan juga tempat mandi dan tempat berendam air hangat didalam hutan. Panorama di sekeliling danau tersebut sangat-sangat indah sekali dengan udara yg relatif fresh hingga Para wisatawan bakal kerasan berlama-lama di sini.

Bagi warga Batak yang menetap disekitar kawasan danau ini, Danau Toba tidak cuma lokasi wisata alam yang mempunyai keindahan yang dahsyat. Mereka yakin jika Danau Toba menjadi kawasan tempat persemayaman 7 dewi suku Batak atau yang kerap dibilang dengan istilah Namborru. Tiap kali akan melaksanakan kegiatan disekitar danau, warga akan berdoa serta meminta izin dulu supaya acara memperoleh berkah & bisa berjalan dengan sukses.

Sejarah Wisata Danau Toba

Semisal dengan mayoritas tempat wisata alam yang ada di Indonesia, disamping mengandung sejarah ilmiah, Danau Toba pun mempunyai kisah legenda yang diyakini sebagai pencetus terciptanya danau ini. Menurut legenda yang dari dulu sudah banyak tersebar, Danau Toba berasal dari cerita keluarga siluman ikan. Di zaman yang telah lampau, ada sorang pemuda yang tengah mengail di sungai yang lalu berhasil mendapat seekor ikan. Tak sebagaimana ikan yang lain, ikan yang diperolehnya mampu berbicara serta memohon supaya tidak dimasak. Ikan ini kemudian berubah jadi wanita yang amat cantik memiliki nama Toba.

Akhirnya keduanya pun melangsungkan pernikahan, tapi sebelum menikah ternyata toba mengajukah satu permintaan yang tidak boleh dilanggar oleh si pemuda tersebut. Tidak boleh ada siapapun yang tahu mengenai siapa sejatinya wanita cantik yg dinikahinya. Pernikahan keduanya berjalan dengan normal adanya hingga mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki yang diberinama dengan Samosir yang bandel dan kerap merasa lapar (gembul alias doyan makan).

Di suatu hari, Samosir diberi tugas untuk mengirim makanan buat bapaknya di sawah, tapi makanan yg dibawanya justru dimakannya di jalanan. Sang ayah yang sudah terlalu lapar akhirnya memutuskan kembali kerumah tapi didalam perjalanan kembali kerumah dia melihat Samosir lagi menyantap bekal yang semestinya untuk sang bapak. Karena dalam keadaan sangat emosi, lalu dengan tanpa di sengaja ia menghardik Samosir dan menyatakan jika ia ialah anak ikan.

Sekejap langit berubah menjadi gelap kemudian hujan turun dengan kencang. Air pun keluar dari bumi yang membikin pemukiman jadi terendam air. Toba kemudian Samosir mendadak lenyap saat pemukiman berubah jadi lautan air. Ketika itulah tercipta Danau Toba & Pulau Samosir yang dipercaya sebagai salah satu perwujudan daripada si siluman ikan & anaknya si Samosir itu.

Bila dilihat dari segi yang lebih scientic, Danau Toba merupakan danau vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Toba didalam ribuan tahun yg lampau. Letusan gunung menghasilkan kaldera atau kerap di sebut dengan kawah raksasa yang Selanjutnya terisi air hingga jadi danau seperti sekarang ini.

Letusan gunung tersebut sangat dahsyat hingga debu vulkanik yg dihasilkannya terbang hingga hampir ke seluruh pelosok dunia dan mengakibatkan kematian besar, bahkan menurut data yang saya baca tidak kurang dari 60% dari total manusia kala itu terkena efek negatif meletusnya Gunung Toba. Disamping itu, kata para peneliti, letusan itu pun mempengaruhi iklim & cuaca hingga bumi masuk kedalam zaman es.

Apa Saja Kegiatan Wisata di Danau Toba

Menjelajahi Danau Toba pasti sulit diselesaikan didalam waktu satu hari saja. Obyek wisata ini mempunyai terdapat hal yang unik untuk dilaksanakan dan ada tempat-tempat wisata yang tidak boleh dilewati dalam kunjungan Anda ke Danau Toba ini.

Berlayar Dengan Perahu di Danau Toba

Berlayar menggunakan perahu ke Pulau Samosir menggunakan kapal sewaan jelas bakal menjadi pengalaman teristimewa. Dengan merental kapal untuk serombongan 22-45 orang selama satu hari, Anda leluasa meminta berhenti dititik2 lokasi wisata apapun yg Anda & rombongan ingin datangi.

Selama traveling menggunakan kapal ini, rasakan pemandangan Danau Toba & sekelilingnya. Anda bakal dibuat terperangah dengan panorama pemandangan alam yang akan Anda lihat. Jangan lupa membawa kamera tuk mengabadikan tiap moment selama kita berada di Danau Toba. Disamping itu, Anda dapat melihat wisatawan lainnya yang lagi bermain sejumlah permainan atraksi dan sport bahari yang memanfaatkan danau sebagai area bermain.

Mengenal sejarah Batak

Berwisata di Pulau Samosir jangan cuma tinggal di penginapan saja. Di sana, Anda dapat mengetahui sejarah Batak dengan berkunjung ke kawasan wisata yang mendandung nilai sejarah. Jangan lewati Desa Tomok yang mana berada Makam Raja Sidabutar/Museum Huta Bolon di Simanindo serta Batu Persidangan yang ada di Ambarita.

Makam Raja Butar ini sangat eksotik sebab dibuat dari batu yang besar tanpa ada sedikitpun bahan untuk menyambungnya serta terdapat ukiran sosok sang raja pada batu makamnya. Raja Sidabutar adalah orang pertama yang menghuni Tomok. Di area pemakaman tersebut juga ada makam 2 raja penggantinya dan makam sejumlah anggota keluarga. Tuk bisa masuk dan melihat kedalam area wisata ini, Anda musti menggunakan ulos yang sudah disediakan oleh staff yang berjaga dipintu masuk menuju makam.

Museum Huta Bolon tidak kalah teristimewa. Di sana Anda dapat menyaksikan rumah adat Batak Simanindo warisan Raja Sidauruk yg difungsikan sebagai museum budaya Batak kala ini. Didalam museum ada sejumlah koleksi benda-benda yang kuat kaitannya dgn kebudayaan Batak seperti misalnya pakaian adat, kain ulos serta peti mati yg diisi dengan boneka Sigale-gale.

Janganlah ragu agar anda pun berkunjung ke Desa Ambarita dimana berada Batu Persidangan. Batu yang bentuknya mirip seperti meja ini dulunya dipakai untuk mengeksekusi narapidana. Orang-orang yang jelas sudah dapat dibuktikan melakukan tindakan kriminal seperti merampas nyawa orang lain, mencuri dan memperkosa bakal dihukum pancung diatas meja tersebut.

Wisata Belanja Danau Toba

Tak komplit rasanya ketika berlibur tanpa kita lengkapi dengan kegiatan belanja. Di lokasi Danau Toba & sekitarnya disediakan banyak toko oleh-oleh yang menyediakan produk-produk cinderamata khas Toba. Souvenir-souvenir tersebut banyak Anda jumpai di Pulau Samosir atau Parapat atau Balige atau tempat lain yang ada di sekitar tempat wisata Danau Toba..

Apa yang menarik dari Danau Toba?

Boneka Sigale-gale Khas Toba

Boneka Sigale-galeBoneka Sigale-gale jadi salahsatu ciri khusus di kawasan wisata di Sumatera ini. Boneka kayu yang tingginya 1,5 m lengkap dengan bebajuan adat Batak tersebut bisa menari tor-tor bersama dengan travelers. Show tari Sigale-gale tersebut dapat Anda tonton di sejumlah tempat pariwisata di Danau Toba semacam Museum Huta Bolon serta sejumlah museum lain.

Sigale-gale wajib ditaru didalam peti mati. Boneka tersebut amat dikeramatkan lantaran memiliki sejarah yang lama. Awalnya dari anak emas seorang raja Batak di zaman dahulu yang tewas ketika berperang. Kejadian inilah akhirnya membuat raja itu menjadi sedih dan sering sakit.

Hingga kemudian tabib dan ahli pengobatan setempat memutuskan tuk membikin satu boneka kayu yang ukurannya sama dengan ukuran manusia dan rupanya dibikin sama dengan anak raja. Info yang saya dengar adalah bahwa katanya, arwah si anak raja tersebut merasuk ke dalam boneka membuat boneka yang diberinama Sigale-gale dapat bergerak serta menari walau tanpa ada orang yang menyentuhnya layaknya permainan golek.

Festival Danau Toba

Festival Danau Toba adalah event rutin yang diadakan setiap setahun sekali hasil kolaburasi Pemda Sumatera Utara dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Acara tersebut diselenggarakan kira-kira bulan Agustus atau September. Dalam festival tersebut, di selenggarakan beragam macam pertunjukan seni adat istiadat dan juga perlombaan untuk warga dimulai dari pertunjukan tari-tarian hingga lomba kapal hias. Anda pun dapat menjumpai beragam kuliner enak atau berburu kain ulos yang keren di saat acara sedang berlangsung. Jika pingin melihat festival tahunan di kawasan wisata ini, Anda seharusnya sudah membooking tiket pesawat serta kamar hotel paling tidak 1 bulan sebelumnya.

Wisata Teramai di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Candi Dieng

Inilah informasi yang berhubungan dengan tempat wisata teramai yang terdapat di Dieng Wonosobo. Berdasarkan cerita, dataran tinggi Dieng dipercaya sebagai kawasan diaman para dewa/i bersemayam. Nama Dieng itupun bersumber dari bahasa Kawi yakni -di- yang maknanya tempat ataupun gunung kemudian -Hyang- yang berarti dewa. Hingga Dieng mempunyai arti sebuah tempat yang berada di pegunungan tempat dimana dewa/i tinggal.

Candi Dieng

Kemudian sejarah lainnya ada yang mengungkapkan bila nama Dieng bersumber dari bahasa Sunda yaitu -di hyang-, sebab diperkirakan pd abad ke-7 Masehi kawasan tersebut berada didalam wilayah kekuasaan kerajaan Galuh yang notabene jelas berasal dari Jawa Barat.

Disamping karena keeksotisan tempat wisatanya, Dieng pun terkenal menjadi tempat yg kental akan kerohanian sebab di sana terdapat candi-candi kuno peninggalan agama Hindu yang menggunakan arsitektur yang khas.

Berada pada ketinggian 2.091 mdpl, dataran tinggi Dieng Wonosobo mempunyai hawa yang fresh dilengkapi dengan kabut ketika matahari tenggelam atau menjelang malam dan pagi hari. Dinginnya suhu disana kira-kira mulai dari 15 derajat celcius hingga 21 derajat celcius, Dieng Wonosobo mempunyai beberapa obyek pariwisata yang sayang tuk Kita lewatkan.

Wisata Telaga Warna Dieng Wonosobo

Telaga warna merupakan salah satu icon dari pariwisata Dieng Wonosobo. Sebutan Telaga Warna bersumber dari kebiasaan meayarakat dan fakta bila telaga ini mempunyai warna yang tidak sama. Telaga Warna ini mempunyai cerita tersendiri.

Berdasarkan legenda masyarakat sekitar, warna yang ada di permukaan telaga itu lantaran zaman dulunya ada cincin kepunyaan seorang bangsawan yang terjatuh ke dalam telaga ini. Tapi berdasarkan science dan penelitian mengatakan bila warna yg berbeda daripada telaga tersebut disebabkan karena terdapatnya pembiasan cahaya di dalam endapan belerang didasar telaga tersebut.

Warna-warna yang muncul di telaga tersebut yakni hijau, biru dan putih. Bila ingin menyaksikan keeksotisan dari warna dari telaga ini, Kita dapat pergi ke puncak bukit yg mengelilingi telaga ini. Di daerah pinggiran telaga, ada balkon yang bisa dipergunakan untuk duduk beristirahat memandangi keindahan telaga tersebut.

Wisata Bukit Sikunir Dieng Wonosobo

Ingin melihat matahari terbit? Anda dapat berwisata ke Bukit Sikunir. Bukit tersebut merupakan bukit yang ngetop di kalangan pengunjung wisata sebagai kawasan berburu sunrise. Bukit Sikunir berada di Desa Sembungan yg tak lain dan tak bukan bisa kita anggap sebagai desa yang tempatnya yang paling tinggi di Jawa Tengah.

Bukit Sikunir ada di ketinggian 2.210 mdpl. Dinamai bukit Sikunir lantaran keindahan pemandangan sunrisenya. Warna sinar matahari yg kekuning-kuningan ini mirip seperti kunir menjadikan masyarakat disana menjulukinnya dengan nama bukit sikunir. Kunir merupakan bahasa Jawa yang berarti kunyit.

Wisata Sumur Jalatunda Dieng Wonosobo

Sumur Jalatunda berada di Desa Pekasiran, sekitar 12 km berada di bagian barat kawasan utama wisata Dieng. Sumur Jalatunda tersebut dulunya merupakan sebuah ceruk rekahan kawah yg Selanjutnya digenangi air dengan luas lingkar tengah sekitar 90 m dan kedalamannya kira-kira 200 m. Lantaran air yang menggenang itu ceruk ini terlihat seperti sumur.

Mengunjungi Sumur Jalatunda ini, Kita wajib mempersiapkan fisik tuk menaiki 257 buah anak tangga dari bawah keatas yang sangat melelahkan. Di anak tangga akhir, Kita akan menjumpai tetumpukan kerikil-kerikil kecil didalam karung beras, Berdasarkan mitos masyarakat disana, barang siapa yg mampu melempar kerikil dari sebelah sumur ke seberangnya dari arah yg berlawanan, maka cita-citanya bisa terwujud.

Oleh karenanya, saat Kita berkunjung ke sumur ini, Kita akan menjumpai para pedagang batu kerikil. Tartif yang diterapkan untuk batu kerikil itu adalah sangat murah yakni hanya 500 rupiah. Sejumlah wisatawan banyak yang menjajal peruntungannya dengan mencoba melempar batu-batu kerikil tersebut.

Wisata Kawah di Dieng Wonosobo

Dataran tinggi Dieng Wonosobo mempunyai sejumlah kawah yang keren, yakni Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, & Kawah Sileri yg tergolong kawah yang masih aktif. Kawah Sikidang merupakan salahsatu kawah yang diproyeksikan menjadi andalan kawasan wisata di Dieng & letaknya ada di wilayah Dieng bagian timur. Pemandangan di sekeliling kawah itu sangat fantastis, dipadu dengan bebukitan yang bernuansa hijau juga tanah kapur di sekeliling area kawah.

Dikasih nama Sikidang lantaran kolam magma di kawah tersebut kadang berpindah-pindah tak ubahnya bagaikan Kidang (Kidang adalah bahasa Jawa yang artinya adalah Kijang). Golakan magma dari kawah ini pun lumayan tinggi, kira-kira 1/2 hingga 1 meter.

Kawah Sileri adalah salah satu kawah yang paling besar yang berada di dataran tinggi Dieng yang luasnya mencapai lebih dari 4 hektar. Wisatawan dapat mencapai kawah tersebut dengan berjalan kaki yang jauhnya bisa mencapai 7 kilometer dari lokasi pariwisata utama Dieng. Kawah Sileri ini hingga sekarang masih mengeluarkan asap yang berwarna putih. Diberi nama Sileri sebab warna air kawah itu berwarna putih dan baunya seperti air cucian beras yang didalam bahasa Jawa diartikan dengan leri.

Kemudian Kawah Candradimuka merupakan kawah yg dikenal di dalam kisah legenda pewayangan. Didalam legenda dikisahkan, kawah tersebut merupakan area dimana Gatotkaca dijedi kan (diceburkan dengan cara dicelupkan bahasa Jawa) maka tidak heran bila Gatot Kaca mempunyai kesaktian yang dahsyat. Lokasi kawah tersebut sekitar 6 kilometer dari sentral wisata Dieng.

Wisata Candi Dieng Wonosobo

Candi ialah sebuah icon kepariwisataan di Dieng Wonosobo. Candi jualah yang membikin Dieng jadi tempat yang suci. Di sana terdapat sejumlah Candi Agama Hindu yang tertebar di sejumlah lokasi.

Candi-candi yg ada di Dieng diberi sebutan sesuai dgn tokoh-tokoh dalam kisah Mahabarata. Seperti Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca, Candi Srikandi dan nama candi lainnya yang cukup familiar dengan teling aktia.