Tempat Penjual Gepuk dan Sate Daging Kuda – Wisata Kuliner di Bandung

sate kuda

sate kuda

Belum lama ini kawan saya berkunjung ke rumah salah seorang kawan saya yang tinggalnya didekat Cijerah, Bandung. Malam harinya, perut terasa keroncongan lalu memutuskan untuk pergi mencari makanan yang terdapat tidak jauh dari Cijerah niatnya sih mau makan soto, tapi dalam perjalanan ke penjual soto, kami membaca tulisan di sebuah kios yg menjual sate kuda. Tulisan it membuat kami jadi tertarik pingin tahu apa sih yang di jualnya itu, kami langsung meng-cancel niat makan soto dan segera membeli 1 porsi sate kuda (isi 10 tusuk) dan sepiring nasi putih.

Tempat pedagang sate daging kuda yang alamatnya berada di dekat simpang tiga Melong Asih-Cijerah tersebut tidaklah besar, kiosnya cuma terdiri dari Sebuah ruangan yang ukurannya sekitar 2×3 m, dan Sebuah tempat menyimpan dan mengolah sate. Ruangan kecil ini dipakai untuk meja & kursi tempat pengunjung makan, tapi sayangnya ruangan makan ini sangat berantakan, banyak barang-barang milik penjual sate yang ditaruh di ruangan tersebut. Sepertinya tempat ini pun berfungsi sebagai rumah si pedagang sate. Ruangan yg cukup berantakan ini lumayan menyulitkan pengunjung yang makan di tempat ini karena hampir semua meja di ruangan ini sesak dengan barang-barang. Mungkin karena hal itulah hampir semua pengunjung yang berkunjung membeli sate lebih memilih memakannya di rumah dibanding makan disini.

gepuk kuda

Sembari duduk di bangku plastik, kami menunggu orderan kami kelar dipanggang. Tidak perlu menunggu-nunggu lama, orderan kami selesai lalu disajikan di meja makan. Bentuk sate kuda yang menggunakan bumbu kacang tak beda jauh dengan sate-sate lainnya. Kata penuturan orang, rasa sate daging kuda mirip dengan sate daging sapi, malah ada juga yang menyatakan bahwa sate kuda lebih sedap dibanding sate daging sapi. Untuk membuktikannya, kami segera menyantap sate daging kuda itu. Setelah saya coba rasa sate daging kuda berbeda dengan sate daging sapi. Sate daging kuda mempunyai rasa yang unik dan lembut, tapi walaupun demikian secara pribadi saya tetap suka dengan sate daging sapi.

Disamping sate, tempat ini pun menyediakan gepuk kuda. Harga sate daging kuda cuma Rp1800 pertusuknya, gepuk daging kuda Rp9000 kemudian sepring nasi putih harganya Rp3000. Kalau anda makan disini maka anda akan diberikan air minum secara gratis tapi cuma air putih loh!. Sambil membayar sate yg dibeli, pedagang sate bercerita bila dia telah berdagang sate dan gepuk daging kuda nyaris 10 tahun lamanya, kemudian dia pun pernah diliput TV Dua kali yakni di Trans TV & ANTV, berkat sate daging kudanya.

Sate daging kuda tidak cuma sedap, namun juga memiliki gizi tinggi yang kadar kolestrolnya cukup rendah. Disamping itu sate daging kuda juga diyakini mampu mempercepat penyembuhan sejumlah penyakit semacam sakit gula darah tinggi dan asma. Keistimewaan lainnya konon masakan sate daging kuda ini bisa menambah daya “juang” kaum pria diatas ranjang 🙂 nah kalau kebetulan anda lepoy silahkan coba saja menyantab sate daging kuda ini.

Ada legenda yang berhubungan dengan daging kuda, cerita itu mengatakan bahwa patih Gajah Mada sangat menyukai daging kuda dan kono katanya kekuatan Patih Gajah Mada itu berasal dari makanannya yg berupa daging kuda. Disamping itu, kuda pun selalu menjadi icon kekuatan dalam sejumlah produk. Apakah legenda ini betul? Buktikan saja cepat-cepat dengan cara melahap sate dan gepuk daging kuda secara berkala yang ada di dekat simpang tiga Melong Asih-Cijerah, who knows anda mampu menjadi laki-laki yang kekuatannya seperti kekuatan kuda!

Leave a Reply

Your email address will not be published.