Wisata Teramai di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Candi Dieng

Inilah informasi yang berhubungan dengan tempat wisata teramai yang terdapat di Dieng Wonosobo. Berdasarkan cerita, dataran tinggi Dieng dipercaya sebagai kawasan diaman para dewa/i bersemayam. Nama Dieng itupun bersumber dari bahasa Kawi yakni -di- yang maknanya tempat ataupun gunung kemudian -Hyang- yang berarti dewa. Hingga Dieng mempunyai arti sebuah tempat yang berada di pegunungan tempat dimana dewa/i tinggal.

Candi Dieng

Kemudian sejarah lainnya ada yang mengungkapkan bila nama Dieng bersumber dari bahasa Sunda yaitu -di hyang-, sebab diperkirakan pd abad ke-7 Masehi kawasan tersebut berada didalam wilayah kekuasaan kerajaan Galuh yang notabene jelas berasal dari Jawa Barat.

Disamping karena keeksotisan tempat wisatanya, Dieng pun terkenal menjadi tempat yg kental akan kerohanian sebab di sana terdapat candi-candi kuno peninggalan agama Hindu yang menggunakan arsitektur yang khas.

Berada pada ketinggian 2.091 mdpl, dataran tinggi Dieng Wonosobo mempunyai hawa yang fresh dilengkapi dengan kabut ketika matahari tenggelam atau menjelang malam dan pagi hari. Dinginnya suhu disana kira-kira mulai dari 15 derajat celcius hingga 21 derajat celcius, Dieng Wonosobo mempunyai beberapa obyek pariwisata yang sayang tuk Kita lewatkan.

Wisata Telaga Warna Dieng Wonosobo

Telaga warna merupakan salah satu icon dari pariwisata Dieng Wonosobo. Sebutan Telaga Warna bersumber dari kebiasaan meayarakat dan fakta bila telaga ini mempunyai warna yang tidak sama. Telaga Warna ini mempunyai cerita tersendiri.

Berdasarkan legenda masyarakat sekitar, warna yang ada di permukaan telaga itu lantaran zaman dulunya ada cincin kepunyaan seorang bangsawan yang terjatuh ke dalam telaga ini. Tapi berdasarkan science dan penelitian mengatakan bila warna yg berbeda daripada telaga tersebut disebabkan karena terdapatnya pembiasan cahaya di dalam endapan belerang didasar telaga tersebut.

Warna-warna yang muncul di telaga tersebut yakni hijau, biru dan putih. Bila ingin menyaksikan keeksotisan dari warna dari telaga ini, Kita dapat pergi ke puncak bukit yg mengelilingi telaga ini. Di daerah pinggiran telaga, ada balkon yang bisa dipergunakan untuk duduk beristirahat memandangi keindahan telaga tersebut.

Wisata Bukit Sikunir Dieng Wonosobo

Ingin melihat matahari terbit? Anda dapat berwisata ke Bukit Sikunir. Bukit tersebut merupakan bukit yang ngetop di kalangan pengunjung wisata sebagai kawasan berburu sunrise. Bukit Sikunir berada di Desa Sembungan yg tak lain dan tak bukan bisa kita anggap sebagai desa yang tempatnya yang paling tinggi di Jawa Tengah.

Bukit Sikunir ada di ketinggian 2.210 mdpl. Dinamai bukit Sikunir lantaran keindahan pemandangan sunrisenya. Warna sinar matahari yg kekuning-kuningan ini mirip seperti kunir menjadikan masyarakat disana menjulukinnya dengan nama bukit sikunir. Kunir merupakan bahasa Jawa yang berarti kunyit.

Wisata Sumur Jalatunda Dieng Wonosobo

Sumur Jalatunda berada di Desa Pekasiran, sekitar 12 km berada di bagian barat kawasan utama wisata Dieng. Sumur Jalatunda tersebut dulunya merupakan sebuah ceruk rekahan kawah yg Selanjutnya digenangi air dengan luas lingkar tengah sekitar 90 m dan kedalamannya kira-kira 200 m. Lantaran air yang menggenang itu ceruk ini terlihat seperti sumur.

Mengunjungi Sumur Jalatunda ini, Kita wajib mempersiapkan fisik tuk menaiki 257 buah anak tangga dari bawah keatas yang sangat melelahkan. Di anak tangga akhir, Kita akan menjumpai tetumpukan kerikil-kerikil kecil didalam karung beras, Berdasarkan mitos masyarakat disana, barang siapa yg mampu melempar kerikil dari sebelah sumur ke seberangnya dari arah yg berlawanan, maka cita-citanya bisa terwujud.

Oleh karenanya, saat Kita berkunjung ke sumur ini, Kita akan menjumpai para pedagang batu kerikil. Tartif yang diterapkan untuk batu kerikil itu adalah sangat murah yakni hanya 500 rupiah. Sejumlah wisatawan banyak yang menjajal peruntungannya dengan mencoba melempar batu-batu kerikil tersebut.

Wisata Kawah di Dieng Wonosobo

Dataran tinggi Dieng Wonosobo mempunyai sejumlah kawah yang keren, yakni Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, & Kawah Sileri yg tergolong kawah yang masih aktif. Kawah Sikidang merupakan salahsatu kawah yang diproyeksikan menjadi andalan kawasan wisata di Dieng & letaknya ada di wilayah Dieng bagian timur. Pemandangan di sekeliling kawah itu sangat fantastis, dipadu dengan bebukitan yang bernuansa hijau juga tanah kapur di sekeliling area kawah.

Dikasih nama Sikidang lantaran kolam magma di kawah tersebut kadang berpindah-pindah tak ubahnya bagaikan Kidang (Kidang adalah bahasa Jawa yang artinya adalah Kijang). Golakan magma dari kawah ini pun lumayan tinggi, kira-kira 1/2 hingga 1 meter.

Kawah Sileri adalah salah satu kawah yang paling besar yang berada di dataran tinggi Dieng yang luasnya mencapai lebih dari 4 hektar. Wisatawan dapat mencapai kawah tersebut dengan berjalan kaki yang jauhnya bisa mencapai 7 kilometer dari lokasi pariwisata utama Dieng. Kawah Sileri ini hingga sekarang masih mengeluarkan asap yang berwarna putih. Diberi nama Sileri sebab warna air kawah itu berwarna putih dan baunya seperti air cucian beras yang didalam bahasa Jawa diartikan dengan leri.

Kemudian Kawah Candradimuka merupakan kawah yg dikenal di dalam kisah legenda pewayangan. Didalam legenda dikisahkan, kawah tersebut merupakan area dimana Gatotkaca dijedi kan (diceburkan dengan cara dicelupkan bahasa Jawa) maka tidak heran bila Gatot Kaca mempunyai kesaktian yang dahsyat. Lokasi kawah tersebut sekitar 6 kilometer dari sentral wisata Dieng.

Wisata Candi Dieng Wonosobo

Candi ialah sebuah icon kepariwisataan di Dieng Wonosobo. Candi jualah yang membikin Dieng jadi tempat yang suci. Di sana terdapat sejumlah Candi Agama Hindu yang tertebar di sejumlah lokasi.

Candi-candi yg ada di Dieng diberi sebutan sesuai dgn tokoh-tokoh dalam kisah Mahabarata. Seperti Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca, Candi Srikandi dan nama candi lainnya yang cukup familiar dengan teling aktia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.